Ukuran rumah type 36 adalah rumah dengan luas bangunan 36 meter persegi atau 6 x 6 meter, dengan luas tanah yang umumnya mulai dari sekitar 60 meter persegi. Angka 36 merujuk pada luas bangunan, bukan luas tanah.
Pembahasan berikut mencakup bentuk bangunan, ukuran ruangan, denah, kavling, ketentuan rumah subsidi, harga, cicilan, hingga biaya renovasi. Isinya disusun bagi calon pembeli, pemilik properti pemula, dan keluarga kecil yang sedang menghitung kebutuhan ruang.
Apa Itu Rumah Type 36
Rumah type 36 adalah hunian tapak dengan luas bangunan 36 m². Penamaan type mengikuti luas bangunan, sehingga rumah tipe 36 bisa berdiri di atas tanah 60 m², 72 m², atau lebih besar.
Susunan ruangnya umumnya terdiri dari dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu, dan dapur sederhana. Komposisi tersebut cukup bagi pasangan muda atau keluarga dengan satu hingga dua anak.
Biaya perawatannya juga lebih ringan dibanding rumah berukuran besar. Alasan itulah yang membuat rumah type 36 sering dipilih sebagai rumah pertama.
Bentuk Rumah Tipe 36 yang Umum
Ukuran rumah tipe 36 tidak selalu berbentuk persegi. Developer menyesuaikan bentuknya dengan lebar kavling dan konsep kawasan, selama luas bangunan tetap 36 m².
Tiga pilihan bentuk yang sering ditemui adalah:
- Ukuran 6 x 6 meter dengan bentuk denah persegi
- Ukuran 9 x 4 meter dengan bentuk denah memanjang
- Ukuran 12 x 3 meter dengan bentuk denah sangat memanjang
Ukuran 6 x 6 Meter
Denah 6 x 6 meter paling mudah ditata karena panjang dan lebarnya sama. Kamar tidur, ruang keluarga, dan dapur dapat diletakkan tanpa membuat alur gerak berliku.
Bentuk persegi juga memudahkan pengembangan di masa depan, misalnya menambah teras tertutup atau memperluas dapur ke arah belakang.
Ukuran 9 x 4 Meter
Ukuran 9 x 4 meter menghasilkan rumah memanjang yang cocok untuk kavling dengan lebar terbatas. Ruang disusun berurutan dari depan ke belakang agar fungsi tiap area tetap jelas.
Rumah memanjang membutuhkan ventilasi silang dan bukaan cahaya yang memadai. Jika sirkulasi udara terjaga, ruangan tetap terasa segar dan tidak pengap.
Ukuran 12 x 3 Meter
Bentuk 12 x 3 meter sangat sempit di sisi lebar dan sering ditemukan di kawasan perkotaan dengan harga tanah tinggi. Perabot ramping, warna dinding terang, dan rak vertikal membantu menjaga kesan lega.
Denah Rumah Type 36 untuk Setiap Bentuk
Pada bangunan 36 m², tata letak sering lebih menentukan kenyamanan daripada luas itu sendiri. Tiga denah berikut menunjukkan pembagian ruang pada masing-masing bentuk.
Denah 6 x 6 Meter (Persegi)

Dua kamar tidur diletakkan di bagian belakang, sedangkan ruang tamu, keluarga, kamar mandi, dan dapur berada di bagian depan. Ruang keluarga berukuran 4 x 3 m terasa lega karena terhubung langsung dengan dapur.
Denah 9 x 4 Meter (Memanjang)

Lorong selebar 1 m menghubungkan ruang depan dengan kedua kamar dan kamar mandi. Dapur menyatu dengan ruang tamu agar area depan tetap fungsional, dan lorong menyerap sekitar 6,5 m² dari total luas.
Denah 12 x 3 Meter (Sangat Memanjang)

Ruang disusun berurutan dari depan ke belakang dengan lorong 0,9 m di sisi samping. Kamar berukuran 3,5 x 2,1 m cukup untuk tempat tidur dan lemari ramping, asalkan jendela dan ventilasi dirancang baik.
Variasi Denah Tambahan
Selain pembagian ruang dalam, developer sering menawarkan variasi di area depan dan belakang. Pilihan yang umum ditemui adalah:
- Denah dengan teras sebagai area sambutan dan tempat duduk sore
- Denah dengan carport atau garasi untuk kendaraan pribadi
- Denah dengan taman depan atau belakang untuk sirkulasi udara
Kelebihan dan Kekurangan Rumah Type 36
Setiap tipe rumah memiliki sisi unggul dan keterbatasan. Keduanya perlu ditimbang sebelum memutuskan membeli.
Kelebihan Rumah Type 36
Beberapa keunggulan rumah type 36 adalah:
- Harga beli lebih terjangkau dibanding rumah berukuran besar
- Perawatan harian lebih ringan
- Cocok untuk pasangan muda dan keluarga kecil
- Mudah ditata dengan gaya minimalis
- Masih bisa dikembangkan jika lahan mendukung
Kekurangan Rumah Type 36
Beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan adalah:
- Ruang terbatas untuk keluarga besar
- Penyimpanan harus direncanakan sejak awal
- Privasi antaranggota keluarga lebih menantang
- Perabot berukuran besar kurang cocok
- Ventilasi yang buruk membuat rumah mudah terasa sesak
Ukuran Rumah Subsidi Type 36
Rumah subsidi type 36 adalah rumah bersubsidi dengan luas bangunan pada batas maksimal yang diizinkan, yakni 36 m². Ketentuan yang berlaku saat artikel disusun mengatur luas lantai 21 hingga 36 m² dan luas tanah 60 hingga 200 m².
Pada 2025, pemerintah sempat membahas rencana memperkecil luas bangunan minimal menjadi 18 m². Usulan tersebut akhirnya dicabut setelah menuai penolakan, sehingga calon pembeli tetap perlu memeriksa aturan terbaru kepada developer atau bank penyalur KPR.
Dengan begitu, ukuran rumah subsidi type 36 umumnya sama dengan rumah komersial type 36, yaitu 36 m² dengan tanah mulai 60 m². Perbedaannya terletak pada skema pembiayaan dan batasan yang menyertainya.
Persyaratan yang umumnya berlaku pada rumah subsidi meliputi:
- Penghasilan pemohon tidak melebihi batas yang ditetapkan pemerintah
- Belum memiliki rumah sendiri
- Belum pernah menerima subsidi perumahan
- Rumah dihuni sendiri oleh pemohon
- Harga jual rumah tidak melampaui batas sesuai wilayah
Harga Rumah Type 36 dan Simulasi Cicilan
Harga rumah type 36 tidak bisa dipukul rata. Faktor yang memengaruhi nilainya antara lain:
- Lokasi dan akses menuju pusat aktivitas
- Status dan legalitas perumahan
- Luas tanah
- Kualitas material bangunan
- Fasilitas kawasan
- Skema pembayaran, termasuk KPR dengan tenor tertentu
Kawasan yang dekat dengan fasilitas umum dan transportasi umumnya memiliki nilai jual lebih tinggi. Perumahan di area pinggiran atau yang masih berkembang cenderung lebih ramah di kantong.
Batas Harga Rumah Subsidi Type 36
Batas harga jual rumah subsidi tapak ditetapkan pemerintah menurut wilayah, dengan kisaran Rp166 juta hingga Rp240 juta. Unit di zona 1, yang mencakup Jawa di luar Jabodetabek, dijual mulai dari Rp166 juta.
Skema KPR FLPP menawarkan uang muka mulai 1 persen, bunga tetap 5 persen sampai lunas, subsidi bantuan uang muka Rp4 juta, dan pembebasan PPN. Tenor tersedia hingga 20 tahun.
Pada Juni 2026, pemerintah menyatakan tenor KPR subsidi dapat diperpanjang hingga 40 tahun. Penerapannya perlu dikonfirmasi ke bank pelaksana sebelum pengajuan.
Simulasi Cicilan Rumah Type 36
Tabel berikut memuat contoh perhitungan dengan sistem anuitas bulanan. Angka KPR komersial berupa asumsi untuk perbandingan, bukan penawaran unit tertentu.
| Skema | Harga | Uang Muka | Plafon Kredit | Bunga | Tenor | Cicilan per Bulan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| KPR subsidi FLPP | Rp166 juta | 1% atau Rp1,66 juta | Rp164,34 juta | 5% tetap | 20 tahun | Sekitar Rp1,08 juta |
| KPR subsidi FLPP dengan tenor diperpanjang | Rp166 juta | 1% atau Rp1,66 juta | Rp164,34 juta | 5% tetap | 40 tahun | Sekitar Rp0,79 juta |
| KPR komersial contoh | Rp500 juta | 20% atau Rp100 juta | Rp400 juta | 8% asumsi | 20 tahun | Sekitar Rp3,35 juta |
Sebagai patokan, cicilan sebaiknya tidak melebihi sekitar 30 persen penghasilan bulanan. Pada contoh pertama, penghasilan yang dibutuhkan sekitar Rp3,6 juta, sedangkan pada contoh KPR komersial sekitar Rp11,2 juta.
Bunga KPR komersial berbeda di tiap bank dan dapat berubah. Hitung ulang dengan angka resmi dari bank atau developer sebelum mengambil keputusan.
Biaya Membangun dan Merenovasi Rumah Type 36
Pemilik rumah type 36 sering mempertimbangkan penambahan ruang seiring bertambahnya anggota keluarga. Estimasi biaya konstruksi dengan kualitas standar berada di kisaran Rp4 juta hingga Rp5 juta per m² pada 2026.
Tabel berikut memuat perkiraan biaya berdasarkan kisaran tersebut. Angka sebenarnya bergantung pada kota, material, dan kontraktor.
| Jenis Pekerjaan | Luas Tambahan | Perkiraan Biaya |
|---|---|---|
| Kamar tambahan 3 x 3 m | 9 m² | Rp36 juta hingga Rp45 juta |
| Dapur atau area makan di belakang 2 x 3 m | 6 m² | Rp24 juta hingga Rp30 juta |
| Lantai atas seluas setengah bangunan | 18 m² | Rp72 juta hingga Rp90 juta |
Sediakan dana cadangan sekitar 10 hingga 15 persen dari total biaya untuk pekerjaan yang tidak terduga. Untuk lantai atas, kekuatan fondasi dan struktur perlu diperiksa lebih dulu oleh tenaga ahli.
Aturan Bangunan yang Perlu Dicek
Perluasan rumah terikat koefisien dasar bangunan atau KDB, garis sempadan bangunan, dan Persetujuan Bangunan Gedung atau PBG. Ketentuan tersebut berbeda di tiap daerah dan perumahan.
Sebagai ilustrasi, pada tanah 60 m² dengan KDB 60 persen, luas dasar bangunan maksimal sebesar 36 m². Artinya rumah type 36/60 sudah memakai seluruh jatah dasar bangunan, sehingga perluasan lebih mungkin dilakukan ke atas.
Ukuran Setiap Ruangan di Rumah Type 36
Pembeli sering ingin mengetahui ukuran tiap ruang sebelum melihat unit langsung. Tabel berikut memuat ukuran yang umum dipakai pada rumah tipe 36 satu lantai.
| Ruangan | Ukuran Umum | Luas |
|---|---|---|
| Kamar tidur utama | 3 x 3 m | 9 m² |
| Kamar tidur anak | 2,5 x 3 m | 7,5 m² |
| Ruang tamu dan keluarga | 3 x 3 m hingga 4 x 3 m | 9 hingga 12 m² |
| Dapur | 2 x 1,5 m hingga 2 x 2 m | 3 hingga 4 m² |
| Kamar mandi | 1,5 x 2 m hingga 2 x 2,1 m | 3 hingga 4,2 m² |
| Lorong | Lebar 0,9 hingga 1 m | Menyesuaikan denah |
Tinggi plafon rumah tipe 36 umumnya berkisar 2,8 hingga 3 m, sedangkan lebar pintu kamar sekitar 0,8 hingga 0,9 m. Angka pasti tetap mengikuti rancangan developer.
Luas Bangunan Kotor dan Luas Efektif Ruangan
Luas 36 m² dihitung dari sisi luar dinding, sehingga ruang yang benar-benar terpakai lebih kecil. Dinding bata dengan plester memiliki tebal sekitar 12 hingga 15 cm.
Sebagai contoh, kamar berdenah 3 x 3 m memiliki ukuran bersih sekitar 2,8 x 2,8 m atau 7,8 m². Secara keseluruhan, luas efektif rumah tipe 36 sering berada di kisaran 30 hingga 32 m².
Calon pembeli sebaiknya menanyakan ukuran bersih dari dinding ke dinding. Angka tersebut menjadi dasar yang tepat untuk memilih tempat tidur, lemari, dan meja makan.
Ukuran Kavling dan Luas Tanah Rumah Type 36
Luas tanah menentukan ukuran halaman, kapasitas carport, dan peluang renovasi. Dua rumah type 36 bisa terasa sangat berbeda jika luas tanahnya tidak sama.
Tabel berikut memuat tiga kombinasi yang sering ditawarkan beserta contoh ukuran kavling. Sisa lahan dihitung untuk bangunan satu lantai.
| Type | Luas Tanah | Contoh Ukuran Kavling | Sisa Lahan |
|---|---|---|---|
| 36/60 | 60 m² | 6 x 10 m, 5 x 12 m, atau 4 x 15 m | 24 m² |
| 36/72 | 72 m² | 6 x 12 m atau 8 x 9 m | 36 m² |
| 36/90 | 90 m² | 6 x 15 m atau 7,5 x 12 m | 54 m² |
Bentuk bangunan memengaruhi pilihan kavling. Bangunan 6 x 6 meter cocok untuk kavling 6 x 10 m, bangunan 9 x 4 meter untuk kavling 5 x 12 m, dan bangunan 12 x 3 meter untuk kavling 4 x 15 m.
Type 36/60
Pada type 36/60, sisa lahan sekitar 24 m². Ruang tersebut cukup untuk carport mungil, taman kecil, atau area jemur di belakang.
Tipe tersebut cocok bagi pembeli rumah pertama yang ingin cicilan terkendali namun tetap memiliki ruang bernapas di luar bangunan.
Type 36/72
Type 36/72 menyisakan lahan sekitar 36 m². Area tambahan memberi ruang untuk taman, tempat bersantai, atau perluasan dapur secara bertahap.
Keluarga yang berencana menetap lama sering memilih tipe tersebut karena peluang pengembangannya lebih terbuka.
Type 36/90
Type 36/90 menyisakan lahan sekitar 54 m². Dengan sisa tanah seluas itu, penambahan kamar, ruang kerja, atau taman belakang dapat direncanakan tanpa mengorbankan area parkir.
Sisa lahan tetap berkurang oleh garis sempadan bangunan, sehingga luas yang bisa dibangun perlu dicek ke developer atau dinas setempat.
Perbedaan Rumah Type 36 dan Type 45
Sebagian pembeli ragu apakah ukuran rumah tipe 36 sudah cukup atau type 45 lebih aman untuk jangka panjang. Perbedaan utamanya adalah:
- Luas bangunan type 36 sebesar 36 m², sedangkan type 45 sebesar 45 m²
- Kesan ruang type 36 ringkas dan efisien, sedangkan type 45 lebih lega
- Perawatan type 36 lebih ringan, sedangkan type 45 sedikit lebih tinggi
- Harga type 36 umumnya lebih terjangkau, sedangkan type 45 cenderung lebih mahal
- Potensi renovasi type 36 bergantung pada luas tanah, sedangkan type 45 lebih fleksibel sejak awal
Jika prioritasnya keterjangkauan dan efisiensi, type 36 lebih masuk akal. Bila keluarga sudah menginginkan ruang ekstra sejak awal, type 45 terasa lebih nyaman.
Kapasitas Penghuni Rumah Type 36
Calon penghuni sering bertanya berapa orang yang muat di rumah type 36. Rujukan SNI 03-1733-2004 menyebut kebutuhan ruang sekitar 6,4 hingga 9,6 m² per orang.
Dengan perhitungan tersebut, bangunan 36 m² nyaman untuk 3 hingga 4 orang. Lima orang masih memungkinkan jika penataan ruangnya efisien, tetapi privasi dan penyimpanan akan lebih terbatas.
Komposisi yang paling sesuai adalah sepasang suami istri dengan satu hingga dua anak. Keluarga dengan tiga anak atau lebih perlu mempertimbangkan type 45 atau rencana tambahan kamar.
Rumah Type 36 Cocok untuk Siapa?
Rumah tipe 36 sesuai bagi penghuni yang membutuhkan hunian fungsional tanpa ruang yang terbuang percuma. Pilihan tersebut cocok untuk:
- Pasangan muda yang baru menikah
- Keluarga kecil dengan satu atau dua anak
- Pembeli rumah pertama yang ingin cicilan tetap terkendali
- Penghuni yang mengutamakan lokasi dan akses dibanding ukuran besar
- Keluarga yang ingin rumah tumbuh bertahap lewat renovasi
Keluarga yang aktif di luar rumah juga merasa cocok, sebab kebutuhan ruang di dalam tidak terlalu luas dan perawatannya ringan.
Cara Menata Rumah Type 36 agar Terasa Lapang
Ukuran yang ringkas tidak harus terasa sempit. Empat langkah berikut membantu rumah tipe 36 tampil rapi dan nyaman untuk keseharian.
1. Pilih Furnitur Fungsional
Sofa berukuran kecil, meja lipat, tempat tidur dengan laci, dan lemari ramping menghemat ruang gerak. Satu perabot yang memiliki dua fungsi lebih berguna daripada dua perabot terpisah.
2. Maksimalkan Cahaya Alami
Jendela yang cukup besar dan ventilasi silang membuat ruangan terasa lebih terang dan segar. Cara tersebut juga menekan pemakaian listrik pada siang hari.
3. Manfaatkan Penyimpanan Vertikal
Rak dinding, kabinet gantung, dan ambalan memindahkan barang kecil ke atas. Lantai pun tetap lapang untuk berjalan dan beraktivitas.
4. Gunakan Warna Ringan
Putih, krem, abu muda, dan beige memberi kesan ruang lebih terbuka. Aksen kayu pada furnitur dapat menambah nuansa hangat tanpa membuat ruangan terasa berat.
5. Kesalahan Penataan yang Perlu Dihindari
Beberapa kesalahan berikut membuat rumah kecil terasa lebih padat dari seharusnya:
- Memasukkan furnitur berukuran besar secara berlebihan
- Menutup jendela dan ventilasi dengan lemari
- Menyimpan barang tanpa sistem yang jelas
- Memilih warna ruangan yang terlalu gelap
- Mengabaikan jalur gerak di dalam rumah
- Membeli dekorasi karena tren, bukan karena cocok dengan ruang
Ide Renovasi Rumah Type 36
Rumah type 36 memiliki ruang tumbuh yang menarik jika lahan masih tersisa. Renovasi dapat dilakukan bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
1. Tambah Ruang di Belakang
Sisa tanah di belakang dapat dipakai untuk memperluas dapur atau area makan. Cara tersebut tidak mengubah tampak depan rumah.
2. Buat Kamar Tambahan
Kamar baru bisa dibangun di area belakang atau di lantai atas jika struktur mendukung. Rencanakan sejak awal agar pekerjaan tidak mengganggu bagian utama bangunan.
3. Tambah Kanopi atau Carport
Kanopi melindungi mobil dan motor dari panas serta hujan. Perubahan kecil tersebut sering memberi dampak besar pada kenyamanan harian.
4. Perbarui Interior
Tidak semua renovasi berupa penambahan ruang. Mengganti pencahayaan, memperbaiki ventilasi, atau menata ulang dapur juga membuat rumah terasa jauh lebih nyaman.
Rumah Tipe 36 di Kota Baru Parahyangan
Memilih rumah pertama berarti mencari ukuran yang pas sekaligus lingkungan yang nyaman untuk bertumbuh. Kawasan Kota Baru Parahyangan di Bandung Barat dirancang sebagai kota mandiri dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan ruang hijau.
KotaBaruParahyangan.co.id menyediakan rumah tipe 36 yang dirancang dengan denah efisien, pencahayaan alami yang cukup, dan sirkulasi udara yang baik. Calon pembeli dapat berkonsultasi mengenai pilihan luas tanah yang sesuai dengan rencana pengembangan rumah.
Simulasi KPR dapat dipelajari lebih dulu untuk menghitung kemampuan cicilan sejak awal. Dengan angka yang jelas, keputusan membeli rumah terasa lebih tenang dan terukur.
Langkah berikut dapat langsung dilakukan untuk mulai menentukan pilihan:
- Hitung simulasi KPR sesuai penghasilan bulanan
- Jadwalkan survei lokasi bersama tim pemasaran
- Bandingkan pilihan luas tanah dan denah yang tersedia
- Siapkan dokumen pengajuan KPR seperti KTP, NPWP, dan slip penghasilan
Kunjungi KotaBaruParahyangan.co.id atau hubungi tim pemasaran untuk menjadwalkan survei. Survei langsung membantu menilai ukuran ruang, arah hadap, dan lingkungan sekitar secara nyata.
Tips Memilih Rumah Type 36 sebagai Rumah Pertama
Rumah pertama sebaiknya dipilih berdasarkan kebutuhan terkini sekaligus rencana beberapa tahun ke depan. Langkah yang bisa diikuti adalah:
- Periksa luas bangunan dan luas tanah pada dokumen resmi
- Minta ukuran bersih ruangan dari dinding ke dinding
- Cek arah hadap, ventilasi, dan pencahayaan alami
- Pastikan cicilan KPR tidak melampaui sekitar 30 persen dari penghasilan bulanan
- Verifikasi legalitas, mulai dari sertifikat hingga izin bangunan
- Nilai jarak ke tempat kerja, sekolah, dan fasilitas kesehatan
- Pertimbangkan peluang renovasi sesuai sisa lahan dan aturan KDB
Bagi pasangan muda, efisiensi waktu perjalanan sering sama berharganya dengan luas bangunan. Lokasi yang strategis akan terasa manfaatnya setiap hari.
Pertanyaan Umum seputar Ukuran Rumah Tipe 36
- Berapa ukuran rumah type 36 dalam meter?
Rumah type 36 memiliki luas bangunan 36 m², dengan bentuk seperti 6 x 6, 9 x 4, atau 12 x 3 meter. Pilihan bentuk bergantung pada lebar kavling dan rancangan developer. - Berapa ukuran kavling rumah type 36?
Luas tanah yang umum ditemui mulai dari 60 m², dengan contoh ukuran 6 x 10 m. Tipe 36/72 dan 36/90 menawarkan lahan sisa yang lebih lega untuk pengembangan. - Berapa ukuran kamar tidur di rumah type 36?
Kamar tidur umumnya berukuran 2,5 x 3 m hingga 3 x 3 m. Ukuran bersihnya sedikit lebih kecil karena terpotong tebal dinding. - Apakah luas 36 m² sudah termasuk dinding?
Ya, luas bangunan dihitung dari sisi luar dinding. Luas efektif ruangan sering berada di kisaran 30 hingga 32 m². - Berapa orang yang cocok tinggal di rumah type 36?
Rumah type 36 nyaman untuk 3 hingga 4 orang dan masih memungkinkan 5 orang dengan penataan efisien. Komposisi paling sesuai adalah pasangan dengan satu hingga dua anak. - Berapa cicilan rumah subsidi type 36?
Pada harga Rp166 juta dengan uang muka 1 persen, bunga tetap 5 persen, dan tenor 20 tahun, cicilan sekitar Rp1,08 juta per bulan. Angka tersebut berubah mengikuti harga unit dan ketentuan bank. - Berapa biaya menambah kamar di rumah type 36?
Kamar berukuran 3 x 3 m membutuhkan sekitar Rp36 juta hingga Rp45 juta pada kualitas standar. Siapkan juga dana cadangan 10 hingga 15 persen. - Apakah ukuran rumah subsidi type 36 sama dengan rumah komersial?
Luas bangunannya sama, yaitu 36 m², dengan luas tanah mulai 60 m². Perbedaannya terletak pada batas harga, syarat penghasilan, dan skema pembiayaan. - Apakah rumah type 36 cocok sebagai hunian jangka panjang?
Cocok, asalkan lokasi, luas tanah, dan potensi renovasinya mendukung. Perawatan yang ringan serta peluang pengembangan bertahap membuat rumah tetap sesuai dengan kebutuhan keluarga. - Apa yang perlu diperiksa sebelum membeli rumah type 36?
Periksa luas bangunan, luas tanah, ukuran bersih ruangan, ventilasi, arah hadap, akses lingkungan, dan legalitas. Peluang renovasi di kemudian hari juga layak dipertimbangkan.

